Kamis, 11 April 2013

Sambal Gandaria

SAMBAL GANDARIA

Buah Gandaria (saya lihat di beberapa referensi, buah ini bernama latin Bouea macrophila, adalah buah kecil bulat sebesar kelereng sampai sebesar bola bekel, yang mirip dengan mangga mini yang bulat. Seperti halnya mangga, kulit gandaria berwarna hijau dan menguning bila masak. Rasanya juga sangat mirip dengan buah mangga kecut. Bijinya juga sangat mirip biji mangga kecil, tapi berwarna ungu. Buah ini bisa ditemukan di pasar-pasar traditional di daerah Jawa Barat, namun umumnya hanya pada musim berbuahnya saja (sekitar Desember – Januari). Masyarakat banyak menggunakannya sebagai campuran sambal terasi dan kemudian menamakannya dengan Sambal Gandaria.

Ketika saya ke toko buah langganan minggu lalu, saya melihat di counter sayuran tampak ter-packing rapi buah gandaria. Air liur saya kontan menetes membayangkan buah yang berasa asam dan unik ini dalam racikan sambal pedas nan segar. Hmm, terakhir saya menikmati buah ini sekitar setahun yang lalu saat seorang teman membawanya dari Bogor.

Buah gandaria memang sangat nikmat jika dicampur ke dalam sambal terasi dengan cabai mentah. Nasi berbakul-bakul dengan lauk seadanya pun bisa lenyap tanpa ada rasa dosa.
Nah, kali ini saya akan menggunakan buah berwarna hijau ini ke dalam sambal segar yang terdiri dari irisan tomat merah, cabai rawit dan terasi.

Gandaria atau nama lokal lainnya adalah jatake adalah tanaman asli dari kepulauan Indonesia dan Malaysia. Tanaman ini dimanfaatkan buah, daun dan batangnya. Buah gandaria yang dijual umumnya dalam kondisi masih muda, berukuran kecil + sebesar kelereng, berwarna hijau dengan biji berwarna ungu. Rasanya asam segar.

Dalam kondisi masih muda seperti ini, buah gandaria umum digunakan sebagai campuran rujak atau sambal gandaria. Ketika telah masak, buah akan berwarna kuning dan memiliki rasa asam manis dan bisa langsung dimakan. Menurut Wikipedia, daun gandaria juga umum untuk digunakan sebagai lalap.

Untuk mengolahnya menjadi sambal, biasanya buah muda dibelah dan dibuang bijinya yang terasa agak sedikit getir namun jika buahnya terlalu kecil saya biasanya langsung menumbuknya beserta biji dan mencampurkannya di sambal. Kulitnya yang berwarna hijau dan renyah tidak perlu dikupas. Sensasi gandaria dalam sambal memang sangat unik dan berbeda dengan rasa buah asam/belimbing wuluh. Sulit untuk diungkapkan, namun yang jelas memang membuat nafsu makan menjadi menggila.

Nah, karena rasanya telah sedemikian unik maka lauk yang menemaninya pun tidak perlu susah-susah resepnya, dengan ikan, ayam, tempe atau tahu gorengpun lezat.

RESEP
resep: Jan Yulian Syarif
sumber: Kuliner Orang Timur


Bahan Membuat Sambal Gandaria:

5 bh gandaria muda
10 bh cabai merah
15 bh cabai rawit
1 sdt gula merah
1 sdm terasi, bakar
garam secukupnya

Cara Membuat Sambal Gandaria:

Haluskan cabai merah, cabai rawit, garam, terasi dan gula merah di dalam cobek.
Tambahkan potongan gandaria, tumbuk kasar.
Sajikan.

Tips Dan Trik :

Bila suka, tambahkan 1 sdm minyak jelantah bekas menggoreng ikan atau bawang merah.

4 komentar:

  1. emang enak banged....cuma skarang udah susah dapetinnya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Eri, memang adanya cuma lagi musim :)

      Hapus
  2. Waduh Bu, artikel copas kok gak ngasih sumbernya sih?? Ibu juga ke toko buah langganan belinya?? sebagian comot dr sini kan: http://www.justtryandtaste.com/2011/12/kembung-bakar-dengan-sambal-segar.html

    Buat apa membuat blog kalau karya curian tanpa ijin? Banggalah dengan tulisan dan karya sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibu Endang yth. Pada bag bawah resep sudah tertera nama pemilik dan sumber resep. Saya tidak pernah tau ttg situs yg anda bicarakan. Lagipula di kolom profil sdh sy terangkan sy hanya meng'copas' saja dari berbagai sumber.

      Hapus