Selasa, 06 November 2012

LONTONG BALAP khas SURABAYA

LONTONG BALAP - KHAS SURABAYA

Kalau ke Surabaya tidak makan lontong balap.....tidak saaaahhh !!
Lontong balap adalah makanan yang sangat khas kota Surabaya, Jawa Timur. Kota yang memiliki banyak kuliner khas yang unik, yang umumnya memakai petis.
Lontong balap terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lentho (semacam perkedel dari singkong), bawang goreng, kecap dan sambal. Lontongnya diiris-iris dan diatas irisan lontong ini ditumpangi irisan tahu dan irisan lentho, kemudian diatasnya lagi ditumpangi kecambah setengah matang yang porsinya terbanyak dalam hidangan ini, lalu disiram kuah secukupya, dibubuhi sambal dan kecap disesuaikan selera pembeli. Makanan ini dihidangkan dengan pasangannya yaitu sate kerang beberapa tusuk.

Sejarah nama lontong balap

Menurut cerita dahulu lontong balap masih dijual dalam kemaron besar yang terbuat dari tanah liat, yang berat dan dipikul keliling kota. Kemaron besar yaitu wadah terbuat dari tanah liat yang berat. Sekarang tempat ini diganti dengan panci yang terbuat dari logam. Penjual lontong balap ini untuk berebut pembeli di perjalanan dan pembeli di pasar berjalan cepat-cepat menuju pos terakhir di pasar Wonokromo, dari jalan cepat ini menimbulkan kesan berpacu sesama penjual (dalam bahasa Jawa: balapan), dari balapan ini kemudian dikenal dengan nama Lontong balap.

Penjual lontong balap ini jaman dulu didominasi oleh penjual dari kampung Kutisari dan Kendangsari sekarang menjadi wilayah Surabaya selatan, dari sinilah berasal makanan itu. Jarak dari kedua kampung ini lebih kurang berjarak 5 km dari pasar Wonokromo. .

Pada masa sekarang lontong balap lebih sering dijual dalam kereta dorong dan warung. Meski demikian nama lontong balap tetap tidak berubah.


RESEP: Yan Julian Syarif
Sumber: Kuliner Orang Timur


Untuk: 4 porsi

Bahan:
5 bh lontong, potong-potong
100 gr taoge, seduh sebentar
1 bh tahu cina, goreng, potong-potong
2 btg seledri, iris
2 bh jeruk nipis, potong
kerupuk udang/mi secukupnya

Bahan lentho:
(Perkedel singkong)
500 gr singkong, parut, peras, dan buang airnya
3 sdm kacang kedele, cuci lalu rebus hingga setengah empuk
1 sdt ketumbar sangrai
3 siung bawang putih
8 lbr daun jeruk, iris halus
1 cm kunyit
1 sdm gula pasir
½ sdt garam
minyak goreng, untuk menggoreng

Kuah lontong:
1 lt kaldu sapi
3 siung bawang putih, memarkan
2 cm jahe, memarkan
1 sdt merica bubuk
1 sdt garam
2 sdm minyak untuk menumis

Sambal petis:
6 bh cabai merah keriting, iris halus
2 sdm petis udang, larutkan dengan sedikit air panas
1 sdm kecap manis
1 sdt gula pasir
½ sdt garam

Cara membuat:
1. Lentho: haluskan ketumbar, bawang putih, kunyit, gula pasir, dan garam. Campur singkong parut dengan kedele, bumbu halus dan daun jeruk, aduk rata. Bagi menjadi beberapa bagian, bentuk bulat pipih. Kemudian kukus selama 30 menit atau sampai matang. Angkat. Setelah dingin goreng sebentar sampai kuning kecoklatan dan kering, angkat dan tiriskan. Sisihkan.
2. Kuah: panaskan minyak, tumis bawang putih dan jahe sampai matang dan harum. Tambahkan kaldu sapi, merica bubuk dan garam, aduk rata. Masak sampai mendidih, angkat dan sisihkan.
3. Sambal petis: campur semua bahan jadi satu, aduk rata. Sisihkan.
4. Penyajian: siapkan piring hidang, susun lontong, lentho, taoge, dan tahu. Sirami kuah. Taburi seledri dan sajikan dengan potongan jeruk nipis, kerupuk dan sambal petis selagi hangat. Lengkapi dengan beberapa tusuk sate kerang bila ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar