Rabu, 24 Oktober 2012

KARI KAMBING MELAYU

KULINER HARI RAYA HAJI


KARI KAMBING MELAYU
 
 
Resep: Yan Julian Syarif
Sumber: Kuliner Orang Timur


Haaa...Hari Raya Haji sudah tiba. Pastinya masakan berbahan kambing akan jadi primadona terutama gulai dan kari.
Bagi orang melayu, kari kambing seolah mutlak harus ada pada hari raya haji.
Nah sebagai orang melayu asli, aku ingin menampilkan kari kambing ala melayu untuk teman2 di grup ini, yang nantinya bisa dimakan dengan roti jala atau roti canai yang resepnya juga ditampilkan di grup ini dalam rangka hari raya haji. Mau pakai nasipun tak soal, apakah nasi biasa ataupun nasi briyani yg cocok untuk kari ini.

Inilah masakan tradisi melayu yang asalnya dari India dan Pakistan yang memang banyak mempengaruhi kuliner melayu mengingat budaya mereka masuk lewat hubungan baik bangsa melayu dengan bangsa India dan Arab dimasa lalu sehingga terjadi asimilasi budaya termasuk makanannya. Tentunya sudah disesuaikan dengan lidah melayu walaupun nuansa Indianya masih terasa.

RESEP

Bahan-Bahan:
1 kg daging has kambing tak bertulang
(dipotong dadu sebesar 2.5 cm.
125 g minyak samin
1 kuntum bunga lawang / pekak
1 sdt adas
1 sdt cengkih
5 cm kayu manis
1 buah pala kering
20 siung bawang merah (diiris nipis)
8 siung bawang putih
2 sdt serbuk rempah kari
Sedikit air (untuk mencampur bumbu2 jadi satu
8 batang cabai hijau (digiling)
8 batang cabai merah(digiling
2.5 cm kunyit (digiling)
Garam secukupnya
450 ml santan kental

Cara:
Panaskan minyak samin dalam sebuah wajan & masukkan semua bumbu kering tadi. Tumis hingga wangi, Kemudian masukkan bawang merah & bawang putih. Kecilkan api & masak hingga layu. Masukkan rempah kari & aduk rata. Apabila aroma harum sudah tercium, masukkan cabai hijau dan merah yang telah digiling bersama kunyit. Masukkan daging & garam secukupnya. Tumis sehingga rata. Masukkan santan & aduk hingga mendidih. Kecilkan api & biarkan mendidih perlahan-lahan sehingga daging itu empuk. Cicip dulu sesuaikan selera sebelum diangkat.

Tambahan:
Jika menggunakan susu cair sebagai ganti santan, didihkan perlahan-lahan secara tertutup hingga daging empuk.
KULINER HARI RAYA HAJI

KARI KAMBING MELAYU

Haaa...Hari Raya Haji sudah tiba. Pastinya masakan berbahan kambing akan jadi primadona terutama gulai dan kari.
Bagi orang melayu, kari kambing seolah mutlak harus ada pada hari raya haji.
Nah sebagai orang melayu asli, aku ingin menampilkan kari kambing ala melayu untuk teman2 di grup ini, yang nantinya bisa dimakan dengan roti jala atau roti canai yang resepnya juga ditampilkan di grup ini dalam rangka hari raya haji. Mau pakai nasipun tak soal, apakah nasi biasa ataupun nasi briyani yg cocok untuk kari ini.

Inilah masakan tradisi melayu yang asalnya dari India dan Pakistan yang memang banyak mempengaruhi kuliner melayu mengingat budaya mereka masuk lewat hubungan baik bangsa melayu dengan bangsa India dan Arab dimasa lalu sehingga terjadi asimilasi budaya termasuk makanannya. Tentunya sudah disesuaikan dengan lidah melayu walaupun nuansa Indianya masih terasa.

RESEP 

Bahan-Bahan:
1 kg daging has kambing tak bertulang
(dipotong dadu sebesar 2.5 cm.
125 g minyak samin 
1 kuntum bunga lawang / pekak
1 sdt adas
1 sdt cengkih 
5 cm kayu manis
1 buah pala kering
20 siung bawang merah (diiris nipis)
8 siung bawang putih
2 sdt serbuk rempah kari
Sedikit air (untuk mencampur bumbu2 jadi satu
8 batang cabai hijau (digiling) 
8 batang cabai merah(digiling
2.5 cm kunyit (digiling) 
Garam secukupnya
450 ml santan kental

Cara:
Panaskan minyak samin dalam sebuah wajan & masukkan semua bumbu kering tadi. Tumis hingga wangi, Kemudian masukkan bawang merah & bawang putih. Kecilkan api & masak hingga layu. Masukkan rempah kari & aduk rata. Apabila aroma harum sudah tercium, masukkan cabai hijau dan merah yang telah digiling bersama kunyit. Masukkan daging & garam secukupnya. Tumis sehingga rata. Masukkan santan & aduk hingga mendidih. Kecilkan api & biarkan mendidih perlahan-lahan sehingga daging itu empuk. Cicip dulu sesuaikan selera sebelum diangkat.

Tambahan:
Jika menggunakan susu cair sebagai ganti santan, didihkan perlahan-lahan secara tertutup hingga daging empuk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar